Fitur Face Scan Milik Alibaba Menuai Kecaman

Fitur Face Scan Milik Alibaba Menuai Kecaman

Alibaba, satu diantara perusahaan paling berkelas di dunia, sudah terjebak dalam pro-kontra atas perbuatan pemerintahan China pada Muslim Uyghur, menurut IPVM yang berbasiskan di AS. Berdasar laporan yang dilansir oleh IPVM, program analisa Uyghur memperlihatkan umumnya content suatu website di Alibaba Cloud Shield.

Fitur Face Scan Milik Alibaba Menuai Kecaman

Alibaba memvisualisasikan skema Cloud Shield selaku “mengoreksi dan mengenal text, gambar, video, dan nada yang berisi pornografi, politik, terorisme kekerasan, iklan dan spam, dan otentikasi, penandaan, koreksi, dan banyak.” Catatan tehnologi yang diarsipkan memperlihatkan jika spesifikasi ini bisa mengerjakan perihal-perihal seperti “mengecek kacamata”, “menemukan senyuman”, dan secara spesifik “apa pemakainya buruk?” Uyghur dan saya rekomendasikan Anda lihat atau meniadakan video itu, terhadap ilmuwan IPVM Charles Roulette Reuters.

Alibaba menyatakan sedih

Sewaktu yang serupa, Alibaba mengutarakan kejengkelannya atas peningkatan spesifikasi ini di cloud Alibaba dalam pidatonya Kamis malam. Alibaba berkata tehnologi itu cuma dipakai untuk mengetes kapabilitas dan tidak ada konsumen yang memakainya, dan perusahaan meniadakan “merek etnis” di produknya. Alibaba tidak menyebutkan Uyghur dalam pidatonya. “Kami tidak memperbolehkan tehnologi kami dipakai untuk mengenali atau mengenali kumpulan etnis tersendiri,” sambungnya. Alibaba yaitu perusahaan e-commerce terutama di China, menciptakan citra positif yang dicetak oleh miliarder Jack Ma di dunia. Perusahaan pula sudah memperlebar pelayanan komputasi awan, retail fisik dan pengantaran, dan ke luar negeri.

IPVM dikatakan Huawei

Washington masukkan delapan perusahaan tehnologi China ke daftar hitam tahun kemarin. Awalnya bulan ini, anggota parlemen AS mengabarkan jika Intel Corp. dan Nvidia Corp. berkirim surat ke perusahaan mereka susul laporan jika orang Uighur lagi mengawasi chip pc. Sehabis tersedianya usul dan sangkaan dari bermacam negara terkait keputusan kamp kursus Xinjiang, pemerintahan China terlihat usaha untuk mengembalikan citranya. Dari pengabaran White Paper yang menuturkan sukses program pengajaran, janji ijin dari pemerhati Uni Eropa langsung “menyadari” kondisi di Xinjiang. Buku putih yang secara konstan bela keputusan pemerintahan China di daerah itu diluncurkan di hari Kamis. Menurut pemerintahan, standard hidup beberapa orang di Xinjiang sudah bertambah lewat pengajaran, pekerjaan, dan pengajaran yang lebih bagus.

Minggu yang lalu, IPVM pula terjebak dalam pengetesan program pengenalan muka perusahaan telekomunikasi China, Huawei, yang bisa berkirim pesan ke polisi sewaktu orang Uighur diketemukan. Huawei menyanggah dakwaan itu. Akan tetapi, perseteruan itu sudah putuskan kooperasi di antara bintang sepak bola Prancis Antoine Griezmann dan Huawei. Pemerintah Trump pula sudah jatuhkan ancaman AS pada Huawei atas dakwaan kontrak dengan pelayanan keamanan negara China, yang memperlihatkan jika mereka mendesak perusahaan lain, tergolong Alibaba.

Spread the love