Pertahanan Terbaru Dari Negara Republik Indonesia

Pertahanan Terbaru Dari Negara Republik Indonesia

Direktorat Kajian Teori dan Politik RI Lems‌, Asisten Kajian Strategis, Lemhanna RI, Kamar Kresna, Lemhanna RI, dalam latihan intelektual pada Kamis, 5 Mei 2020, berbunyi, “Persiapan Pembentukan Kesatuan Cadangan Untuk Penguatan Nasional.” .

Dalam latihan intelektual tersebut, Dirjen Kemhan RI Prof. dr. Ir. Bondan Tiara Sofian, M.Si. Sebagai nara sumber. nomor log bondon 23 Tahun 2019, yaitu UU No. 3 di bawah Undang-Undang Sumber Daya Pertahanan Nasional (PSDN). Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, pertahanan negara adalah segala upaya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Keamanan seluruh negeri dari ancaman dan pelanggaran keutuhan NKRI dan negara dan negara.

Hanya ancaman militer dan nonmiliter

Bondan menjelaskan saat itu bahwa ancaman yang dihadapinya kini bukan hanya ancaman militer dan nonmiliter, tetapi juga ancaman hibrida. Ancaman hibrida adalah kombinasi dari ancaman militer dan non-militer terhadap pertahanan dan keamanan nasional.

UU Peraturan 23, Undang-Undang Nomor Tahun 2002. Menurut 3, pendidikan warga negara, pelatihan dasar militer wajib calon suku cadang yang sesuai, partisipasi sukarela dan wajib warga negara dalam pekerjaan membela negara dalam 4 cara. Prajurit TNI dan Jasa Profesional.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia

Selain itu, Bondan menjelaskan tentang manajemen suku cadang (COMCAD). Komcad adalah layanan sukarela di bidang pertahanan negara. Posisi ComCAD dalam tahap pembangunan, pengembangan dan penutupan akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, setelah itu tahap distribusi ComCAD akan dilanjutkan, khususnya mobilisasi dan dekontaminasi yang ditetapkan oleh Presiden. Dia kemudian bergabung dengan komando Komando Organisasi, yang dipimpin oleh Panglima dari setiap jalan, angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara. Langkah terakhir adalah menggunakan comcode yang ditentukan oleh Panglima TNI. Metode kedua, ketika menghadapi ancaman militer, dibagi menjadi Layanan Profesional 2, dan hibrida adalah komponen pendukung dan komponen cadangan, dan ketika menghadapi ancaman non-militer, ini dapat dilakukan oleh organisasi profesional.

Pertahanan Terbaru Dari Negara Republik Indonesia

Sumber daya nasional yang diterima

 “Inspirasi negara adalah melindungi Sistem Semesta untuk keselamatan rakyat agar semua warga negara dapat berpartisipasi dalam pekerjaan pertahanan negara,” kata Bondon. Disabilitas adalah milik seluruh warga negara, daerah, dan sumber daya nasional lainnya dan disiapkan terlebih dahulu oleh pemerintah dan dilaksanakan secara utuh, menyeluruh, terkendali, dan berkelanjutan.

Bondan menekankan bahwa pertahanan negara harus dilihat sebagai suatu keharusan. Perilaku didasarkan pada keyakinan, nilai, sikap dan persepsi masyarakat. “Perilaku warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, adalah tentang melindungi negara,” kata Bondon.

Guru Besar Kementerian Pertahanan RI

Assisten Kajian Strategis Direktorat Ideologi dan Politik Kajian Lems RI, Kamis, 5 Maret 2020 menyampaikan materi latihan intelektual di Kresna Kamar Lemhanna RI, “Persiapan Pembentukan Kesatuan Cadangan Untuk Memperkuat Pertahanan Negara”. .

Dirjen Kemhan, Guru Besar Kementerian Pertahanan RI, hadir dalam latihan intelektual tersebut. dr. Ir. Bondan Tiara Sofian, Insinyur Sipil sebagai Resource Worker. nomor log bondon 23 Tahun 2019, yaitu UU No. 3 di bawah Undang-Undang Sumber Daya Pertahanan Nasional (PSDN). Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, pertahanan negara adalah segala upaya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Keamanan seluruh negeri dari ancaman dan pelanggaran keutuhan NKRI dan negara dan negara.

Ancaman yang dihadapinya saat ini

Bondan menjelaskan saat itu bahwa ancaman yang dihadapinya kini bukan hanya ancaman militer dan nonmiliter, tetapi juga ancaman hibrida. Ancaman hibrida adalah kombinasi dari ancaman militer dan non-militer terhadap pertahanan dan keamanan nasional.

UU Peraturan 23, Undang-Undang Nomor Tahun 2002. Menurut 3, warga negara harus memiliki pelatihan dasar militer untuk calon pendidikan, suku cadang yang sesuai, partisipasi sukarela dan wajib warga negara dalam pekerjaan bela negara dengan 4 cara. Prajurit TNI dan Jasa Profesional.

Selain itu, Bondan menjelaskan tentang manajemen suku cadang (COMCAD). Komcad adalah layanan sukarela di bidang pertahanan negara. Concord ada di dermaga

Spread the love