Beberapa Tahapan Terbaik Dari Penanganan Covid-19 Di Indonesia

Beberapa Tahapan Terbaik Dari Penanganan Covid-19 Di Indonesia

Kemajuan dalam pengobatan COVID-19 pada tahun 2020 Semua perkembangan positif di sana tidak lepas dari tempat teknologi dan ilmu pengetahuan, serta evaluasi pengalaman peristiwa sebelumnya (seperti SARS, MERS dan flu Spanyol). Beberapa kemajuan dalam pengobatan virus corona pada tahun 2020 telah dilaporkan di akun Instagram sang dokter. Instagram Adam Prabata, secara kebetulan:

1. Vaksin efektif dan aman

Tenaga kesehatan akan mengikuti uji coba vaksin palsu COVID-19 di Rumah Sakit Lhokseumawe Kesrem, Aceh. Berkat perkembangan pesat vaksin COVID-19 di tahun 2020, proses vaksinasi global juga telah diterapkan di Indonesia.

Varietas vaksin telah diterbitkan, mulai dari Moderna, Synovik, AstroZenica-Oxford University, Pfizer-Biotech, Sputnik V, hingga Synoform. Hingga akhir Desember 2020, 60 vaksin telah memasuki fase uji klinis. Sementara itu, ada 172 vaksin dalam uji pra-klinis. Pada tahun 2021 diharapkan semakin banyak calon vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk melindungi masyarakat.

2. Penurunan kematian akibat COVID-19

Warga di area terminal di dalam Bandara Internasional Gosti Nagora Rai kota I menerima tes cepat untuk antigen Covid 19. Tingginya angka penyakit jantung koroner di Indonesia tercatat setiap hari. Puluhan ribu kasus tercatat setiap hari setelah libur akhir tahun. Di beberapa negara, lompatan telah berulang dalam kasus seperti Cina, Jepang dan Inggris. Namun, kematian total (CFR) terus menurun. apa artinya ini? Orang yang dirawat di rumah sakit, dirawat di unit perawatan intensif dan meninggal karena COVID-19 di seluruh dunia tidak setua usia mereka.

Beberapa Tahapan Terbaik Dari Penanganan Covid-19 Di Indonesia

Ambil contoh Inggris. Awalnya, COVID-19 menyebabkan 29% kematian di usia tua, menurut SOS International. Tapi pada bulan Agustus tingkat turun menjadi 2%. Dr Deva Arn Patri. “Benar, CFR global turun karena kita sudah tahu model distribusinya,” katanya. “Jadi tenaga kesehatan sudah tahu apa yang harus dilakukan, misalnya menyiapkan unit perawatan intensif dan hal-hal yang diperlukan,” lanjutnya.

3. Deksametason dapat menghambat COVID-19

Deksametason dapat membantu mengendalikan covid 19. Penurunan angka kematian pasti karena pengobatan yang lebih baik. Demikian pula deksametason merupakan salah satu obat yang menjadi pengobatan utama COVID-19. Obat ini bekerja dengan cara mengendalikan peradangan, alergi, dan seni bela diri. Deksametason biasanya diberikan kepada pasien yang menjalani terapi oksigen tanpa ventilasi mekanis atau ventilasi mekanis.

Dr Divya menjelaskan: “Dexamethasone dapat mencegah peradangan yang disebabkan oleh COVID-19. Berdasarkan penelitian pada pasien yang diobati dengan inhaler, perbaikan klinis moderat telah diamati. “Meskipun harus diperkuat, sementara efektif, bukan berarti obat itu bisa diletakkan di tanah.” Obat ini termasuk golongan steroid untuk pencegahan peradangan, sehingga harus digunakan dengan resep dokter dan ada gejala yang jelas,” ujarnya.

4. Tes cepat dan murah untuk Covid 19.

Petugas medis melakukan tes fatal terhadap seorang pekerja kafe saat terjadi penyerangan bertopeng di Kafe Amang, Pontianak, Kalimantan Barat. Pada awal epidemi, tes antibodi cepat dan tes PCR covid 19 digunakan. Selain mahal, hasilnya juga memakan waktu. Dari pertengahan hingga akhir tahun lalu, tes antigen dengan cepat menggantikan antibodi. Kini hasil tes PCR keluar lebih cepat (24 jam). Ini diikuti oleh perpanjangan dari Rantai Iso-Termal Terpusat dan eksperimen PCR berbasis Salira atau grosir, yang dapat digunakan sebagai alternatif. Namun, PCR adalah tes yang paling akurat untuk mendeteksi covid 19.

5. Identifikasi transmisi udara

Gambar siaran darat sangat populer. Tetes adalah satu-satunya metode pengiriman yang tersedia secara medis. Distribusinya bukan saja mengembangkan berbagai jenis dosis terbaik untuk para masyarakat tercinta. sudah seharusnya para masyarakat mempercayai tentang vaksinasi yang ada.

Spread the love